Catatan Hijrahku (Part 3)

0 Comments




Oleh: Alif Shaleha

Hidayah memang bisa datang kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Melalui siapa saja yang Allah kehendaki pula. Begitupun denganku. Melalui acara “rujak party” yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus di salah satu pantai yang ada di Jogjakarta, Allah memberikan hidayah-Nya untukku dan ketiga temanku lainnya.

Benar, jika dikatakan mahasiswa adalah masa-masa untuk melakukan banyak perubahan. Energi untuk melakukan perubahan memang sangat besar. Sehingga segala kegiatan kampus akan selalu diikutinya. Akupun tak mau ketinggalan. Apalagi jika berhubungan dengan yang Namanya “kajian”. Dimanapun berada, aku selalu mengikutinya. Maklumlah, semangat masih membara.

Hingga akhirnya aku menemukan satu jalan kebenaran. Dari dua kelompok kajian yang aku ikuti, ada beberapa perbedaan yang mencolok. Baik dari sisi fikrah dan thariqahnya. Hingga tiba saatnya aku harus memilih. Perang batin dimulai. Gejolak pemikiran mulai mengganggu. Kelompok mana yang harus aku ikuti.

Sekedar informasi, jika saat itu aku sudah mulai memahami perbedaan antara jilbab dan kerudung. Aku juga sudah mulai memahami jamaah dakwah seperti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Jamaah inilah yang bisa memusakan akalku. Mampu menjawab setiap keingintahuanku. Bisa menentramkan jiwaku, serta sesuai dengan fitrah manusia. Di Jamaah satunya, aku tidak menemukannya. Namun aku mendapatkan ketenangan batin di sana. Namun akal tidak terpuaskan.
Fix. Aku memilih salah satu saja. Aku memilih untuk Jamaah yang mampu memuaskan akal, menentramkan jiwa dan sesuai dengan fitrah manusia. Disini aku dapat paket komplit. Namun, sayangnya aku harus merubah penampilan lagi. Jika sebelumnya aku cukup menggunakan pakaian potongan dengan bentuk yang longgar dan tidak nerawang, dilengkapi dengan kerudung yang sangat besar. Kali ini aku harus menggunakan gamis. Pakaian Panjang yang tidak terpotong. Dan itulah yang disebut jilbab.

“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan mukmin, supaya mereka mengulurkan jilbab mereka keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal dan tidak diganggu.” (QS. AL-Ahzab:59)

Ayat inilah yang dijadikan dalil kewajiaban mengenakan jilbab bagi muslimah. Kata jilbab menurut kamus Bahasa Arab adalah pakaian Panjang yang bentuknya seperti Lorong yang tidak terputus. Sementara kerudung, dalam Alquran dikatakan sebagai “khimar”. Dalilnya terdapat pada Alquran surat An-Nur ayat 31.

Dengan tekad yang kuat. Niat yang sudah terpatri, aku mengenakan jilbab. Namun saat itu aku hanya memiliki 2 buah. Sehingga aku harus memakainya secara bergantian. Sampai-sampai teman sekampusku banyak yang bertanya-tanya. Apa tidak punya pakaian lain, kok yang dipakai Cuma itu-itu aja.

Bersambung 



You may also like

Tidak ada komentar: